Lily Allen - Smile


Lily Allen - Smile

Minggu, 30 Oktober 2011

Flowchart Pengiriman Calon TKI

Tugas ini saya kerjakan untuk memenuhi nilai mata kuliah "Teori Organisasi Umum 1" atau yang lebih dikenal dengan mata kuliah "Softskill". Ini adalah salah satu flowchart mengenai "Prosedur Pengiriman TKI ke Luar Negeri". Disini dijelaskan pengurutan pengiriman seorang TKI secara legal (resmi) dan secara ilegal (tidak resmi).



  • Untuk pengiriman TKI secara resmi :
  1. Calon TKI harus mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditentukan untuk diserahkan kepada pemerintah Kabupaten atau Kota tempat calon TKI tersebut tinggal.
  2. Dari pemerintah Kabupaten tersebut akan menyerahkan data-data calon TKI kepada PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) sesuai negara tujuan sang calon TKI.
  3. Setelah PPTKIS menentukan tempat yang sesuai untuk calon TKI, mereka akan mendapatkan tempat penampungan sementara yang layak, pelayanan kesehatan, pelatihan (baik dari pelatihan cara kerja yang baik dan benar sampai ke pelatihan bahasa asing sesuai tujuan sang calon TKI) dan akses untuk membuat dokumen-dokumen resmi untuk keberangkatan mereka.
  4. Setelah 4 unsur tersebut terpenuhi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan maka diadakan kembali uji kompetensi bagi calon TKI, hal ini diperuntukkan agar calon TKI dapat dipastikan siap untuk diberangkatkan.
  5. Setelah dipastikan calon TKI tersebut siap, mereka akan diberi PAP (Pembekalan Akhir Pemberangkatan) dan tanda tangan dari Pemerintah Kedutaan.
  6. Kemudian setelah semua siap, berangkatlah para TKI tersebut ke negara-negara yang telah ditentukan.
  • Sebagai tambahan : Jika dengan menggunakan cara yang resmi maka para TKI mendapatkan banyak keuntungan, pertama negara tujuan mereka jelas dan tidak berubah-ubah, kedua hak-hak dan kewajiban mereka pun jelas, ketiga diterima oleh agen penyaluran TKI di luar negeri, keempat tercatat di perwakilan Republik Indonesia, kelima para TKI akan mendapatkan perlindungan yang layak dari pemerintah Indonesia dan pemerintah negara tujuannya.

  • Untuk pengiriman TKI secara tidak resmi :
  1. Calon TKI tidak akan mendapatkan prosedur-prosedur yang diwajibkan kepada para calon TKI.
  2. Calon TKI akan ditampung oleh para Calo atau Sindikat-Sindikat tidak resmi (diluar dari agen resmi pemerintah dan swasta yang sesuai dengan Undang-Undang).
  3. Calon TKI akan ditempatkan pada penampungan-penampungan liar, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, tidak mendapatkan pelatihan yang layak, serta dokumen-dokumen tidak resmi.
  4. Para calo atau sindikat tersebut lalu akan mengeluarkan dokumen-dokumen aspal (asli-palsu) untuk memenuhi syarat keberangkatan para calon TKI.
  5. Lalu para calon TKI pun diberangkatkan ke negara-negara yang tidak jelas (tidak melalui kedutaan besar negara yang dituju).
  • Sebagai tambahan : Jika dengan menggunakan cara yang tidak resmi maka para TKI tidak akan mendapatkan banyak keuntungan seperti yang menggunakan cara resmi, pertama negara tujuan mereka tidak jelas dan selalu berubah-ubah, kedua hak-hak dan kewajiban mereka pun tidak jelas, ketiga tidak tercatat di perwakilan Republik Indonesia, keempat para TKI tidak akan mendapatkan perlindungan yang layak dari pemerintah Indonesia dan pemerintah negara tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar