Lily Allen - Smile


Lily Allen - Smile

Selasa, 09 Oktober 2012

Alternatif Solusi Tawuran Antar Pelajar (BI SS 2012)



Pada hari Senin, 24 September 2012 telah terjadi tawuran antar pelajar SMA terbaik di Jakarta. Tawuran yang terjadi antara SMAN 6 dengan SMAN 70 ini menjadi pukulan berat bagi kedua sekolah tersebut. Selain mengakibatkan jatuhnya korban yaitu salah satu siswa, hal ini juga mengakibatkan banyak masyarakat yang menganggap bahwa kinerja kedua sekolah tersebut dalam menangani tawuran yang sudah terjadi selama bertahun-tahun seperti tidak menemukan titik terang.

Banyak usaha yang mungkin telah dilakukan oleh kedua sekolah tersebut agar pertikaian tidak pernah terjadi. Tetapi, seperti kucing dan tikus, kedua sekolah tersebut menjadi musuh yang tidak pernah berdamai. Debat sedikit bisa langsung terjadi tawuran. Dalam kasus ini, saya akan membahas bagaimana tawuran antar pelajar tersebut bisa terjadi dan mencari alternatif solusi bagaimana mengurangi tawuran antar pelajar tersebut.

Masa-masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Selain menjadi masa perantara antara masa SMP dan masa kuliah, kita pun lebih banyak mengerti pada masa-masa ini. Tetapi bagaimana para siswa tersebut membuat masa SMA menjadi lebih bermakna daripada sekedar tawuran dan berkelahi. 
Berikut adalah beberapa faktor pendukung untuk para pelajar agar terhindar dari ajakan tawuran atau keikutsertaan dalam aksi tawuran tersebut, yaitu :

1. Faktor Keluarga
Keluarga sangatlah penting bagi para pelajar yang dalam hal ini para pelajar tersebut masih memiliki sifat dan pemikiran yang sangat labil. Keluarga menjadi pendorong dan semangat untuk pelajar agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya, dalam kasus ini adalah tawuran. Lebih mendekatkan diri kepada keluarga akan membantu pelajar untuk mencari jati diri yang baik. Selain itu, keluarga pun dalam hal ini adalah orang tua wajib membimbing anak-anaknya yang masih berstatus pelajar untuk melakukan hal-hal yang positif dan berguna bagi dirinya sendiri. Jika hubungan antara orang tua dan anak terjalin dengan baik, maka tawuran pun dapat di minimalisir.

2. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat sulit untuk dihindari, kecuali dari pelajarnya sendiri sudah bisa memfiltrasi mana yang baik dan mana yang buruk. Lingkungan tidak hanya dari lingkungan bermainnya saja, tetapi bisa saja dari lingkungan sekolah. Dalam faktor lingkungan, para pelajar harus bisa memilih pergaulan yang baik untuk dirinya agar tidak terjerat ke hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Ada pepatah tua yang mengatakan bahwa "berteman tidak melihat suku, agama dan ras", "berteman tidak boleh memilih-milih", dan lain-lain. Tetapi berteman menjadi faktor lingkungan terkuat setelah keluarga dan tidak ada salahnya jika dalam pertemanan pun dianjurkan untuk memilih yang bisa membawa pelajar tersebut menjadi orang yang lebih baik. Dalam faktor pertemanan ini juga, orang tua harus ikut serta membantu memilih mana teman yang baik dan mana teman yang buruk.

3. Faktor Akademik
Belajar merupakan hal wajib bagi setiap pelajar di dunia. Tetapi selain belajar, para pelajar bisa melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan sekolah dan nilai akademiknya. Seperti ikut kegiatan ekstra kurikuler yang diadakan di sekolah atau pendidikan non formal seperti bimbingan bahasa asing, paduan suara, les musik, dan lain-lain. Selain memberikan nilai tambah bagi para pelajarnya, hal-hal tersebut akan mengurangi pikiran-pikiran negatif para pelajar untuk mengarah ke tawuran. Orang tua dan para guru pun wajib memantau anak-anaknya, apakah si anak tersebut bermasalah dengan pelajaran di sekolahnya atau tidak. Memasukkan anak-anak mereka ke kegiatan-kegiatan yang mereka senangi, akan membantu mereka agar merasa lebih bersemangat untuk berprestasi.

Ketiga faktor diatas sangat berkaitan satu dengan yang lain. Jika salah satu dari faktor tersebut kurang atau tidak dijalani, maka hal-hal negatif seperti tawuran akan terus terjadi. Demikian analisis saya mengenai alternatif solusi tawuran antar pelajar. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar