Lily Allen - Smile


Lily Allen - Smile

Selasa, 25 Desember 2012

Kontroversi Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Jerman (BI SS 2012)

Masih segar diingatan kita tentang kontroversi kunjungan anggota DPR RI ke jerman belum lama ini. Kunjungan ini dinilai tidak terkoordinasi dengan baik kedatangan anggota DPR RI ke DIN (Institut fur Normung) dinilai salah alamat. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran mengecam kunjungan sejumlah anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ke Jerman. Kunjungan kerja ini dinilai hanya akan menghabiskan anggaran negara. Selama sepekan, sejak 17 hingga 23 November 2012, sebelas anggota Baleg melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Mereka ingin mendalami penerapan regulasi yang akan dipakai dalam draf rancangan undang-undang tentang keinsinyuran. 

Menurut catatan Fitra, kunjungan DPR ke Jerman ini menghabiskan anggaran cuma-cuma hingga Rp 1,056 miliar. Asumsi ini dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84./PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2012. Uchok menilai, di tengah besarnya sorotan publik terhadap kinerja parlemen, para anggota Dewan sebaiknya lebih selektif dalam menggunakan anggaran. DPR seharusnya fokus pada kegiatan yang bisa mengembalikan citranya di mata publik. Apalagi saat ini pemberitaan media tengah ramai menyoroti dugaan pemerasan sejumlah anggota Dewan terhadap badan usaha milik negara. "Jadi seharusnya batalkan saja itu kunjungan ke luar negeri demi menjaga kehormatan kelembagaan DPR." Uchok juga menyayangkan selama ini hasil kunjungan para anggota Dewan ke luar negeri tak sebanding dengan undang-undang yang dihasilkan. Hal ini terbukti dengan buruknya kualitas UU yang dihasilkan Dewan. Dalam beberapa uji materi sering kali Mahkamah Konstitusi menganulir produk UU yang dihasilkan DPR.

Sering kali, Uchok melanjutkan, kunjungan ke luar negeri hanya dijadikan ajang untuk jalan-jalan para anggota Dewan. "Jalan-jalan ke luar negeri hanya salah satu kemewahan yang susah dihilangkan DPR."
  Parlemen sering menggunakan alasan penyusunan undang-undang untuk mendapat kesempatan berpelesir ke luar negeri. Setiap pembahasan UU di DPR biasanya diikuti dengan kunjungan ke luar negeri. "Jarang ada RUU yang tidak ada kunjungan jalan-jalan ke luar negeri, karena setiap alat kelengkapan DPR punya anggaran kunjungan jalan-jalan ke luar negeri."

Kunker ini mendapat perhatian khusus lantaran beredarnya rekaman video yang diunggah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin ke Youtube. Dalam rekaman video itu, PPI menyoroti kunjungan rombongan Baleg yang berjumlah sembilan orang ke Deutsches Institut fur Normung (DIN) Jerman. Kunjungan ini dinilai salah alamat karena DIN adalah lembaga standardisasi produk di Jerman.

Terkait tuduhan ini, anggota Baleg yang ikut dalam rombongan, Ali Wongso H Sinaga, mengakui adanya kesalahan dalam kunjungannya ke DIN. Pasalnya, DIN tidak berkorelasi langsung dengan tujuan penyusunan RUU Keinsinyuran. "Saat kami sampai ke DIN itu, kami juga menyadari bahwa ini kok enggak nyambung. Tidak ada relevansinya dengan tujuan kunker (kunjungan kerja) Baleg ke Jerman," ujarnya di Gedung Parlemen Jakarta, Selasa (27/11).

Tapi menurutnya, kesalahan tersebut bukan terletak pada rombongannya. Hal ini disebabkan, agenda kunjungan anggota Baleg semuanya diatur oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman. Anggota Baleg yang ke sana, lanjutnya, hanya menerima jadi susunan acara yang telah dipersiapkan. Rombongan Baleg pun menurutnya sempat mempertanyakan alasan pencantuman DIN di dalam tujuan kunjungan kerja anggota Baleg ke Jerman. "Mereka beralasan kalau asosiasi insinyur Jerman sedang mengadakan kongres dan harus diberitahukan berbulan-bulan sebelumnya," tambahnya.

Selain itu, dia juga menilai KBRI Jerman tidak memberikan bantuan kerja sama yang baik. Pasalnya, kedua penerjemah yang ditugaskan KBRI kurang dapat diandalkan. Ia pun menyayangkan adanya video yang disebar PPI Jerman ke Youtube. Pasalnya, Ali menilai PPI hanya memotret sebagian kecil dari kegiatan rombongan Baleg di Jerman. Padahal, rombongan Baleg selain ke DIN juga bertemu dengan pihak Kementerian Teknologi dan Ekonomi, Persatuan Insinyur, dan Parlemen Negara Bagian di Jerman. "Saya menyayangkan video PPI tersebut, karena hanya menyoroti sebagian kunjungan kami," ungkap politikus Golkar itu.

Seperti diketahui, Baleg melakukan dua kunjungan dengan rombongan berbeda ke Jerman dan Inggris terkait RUU Keinsinyuran dan kini mereka telah kembali. Dalam kunjungan kerja ke Jerman, ada sembilan anggota Baleg yang turut serta, yakni Sunardi Ayub (Fraksi Hanura), Nanang Samodra (Fraksi Demokrat), Paula Sinjal (Fraksi Demokrat), Ferdyansyah (Fraksi Golkar), Ali Wongso H Sinaga (Fraksi Golkar), Indra (Fraksi PKS), Abdul Hakim (Fraksi PKS), Chairul Naim M Anik (Fraksi PAN), dan Djamal Azis (Fraksi Hanura).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar