Lily Allen - Smile


Lily Allen - Smile

Sabtu, 08 Juni 2013

Perbudakan Buruh

Negeri ini kembali dikejutkan dengan kasus perbudakan yang melibatkan CV Cahaya Logam pimpinan Yuki Irawan terhadap  28 buruh/pekerja di Tangerang. Disamping bahwa 28 buruh tersebut bekerja selama 18 jam/hari, ditemukan pula adanya fasilitas kerja yang tidak memenuhi standar baik kesehatan maupun keselamatan kerja. Hingga saat ini tidak diketahui status 28 buruh itu sebagai PKWT (Kontrak) atau didasarkan pada perjanjian lisan. Bilamana 28 buruh tersebut pekerja lisan, maka dapat diterjemahkan bahwa buruh tersebut adalah pekerja PKWTT (permanen).

Permasalahannya sekarang adalah Yuki Irawan sebagai pimpinan CV. Cahaya Logam telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perbudakan ini, sehingga tidak diketahui bagaimana cara untuk memberikan kompensasi terhadap 28 buruh yang menjadi korban atas perbuatan pengusaha tersebut. Bilamana 28 buruh tersebut adalah pekerja PKWT, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 62  UU Ketenagakerjaan, Yuki Irawan wajib memberikan ganti rugi sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. 

Lain halnya jika 28 buruh tersebut adalah buruh permanen. Dengan memperhatikan perbuatan Yuki Irawan merupakan pelanggaran yang cukup berat dalam bidang ketenagakerjaan, maka buruh dapat mengajukan PHK. Hal ini diatur dalam ketentuan Pasal 169 ayat (1) huruf a UU Ketenagakerjaan, yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut ”pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal perusahaan melakukan perbuatan menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja/buruh, diteruskan dengan huruf b, c, d, e,f”

Hal tersebut diatas juga sejalan dengan Pasal 20 Kepmenaker No. 150/Men/2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan. Terhadap hal diatas, maka kompensasi yang diterima oleh 28 buruh tersebut adalah 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU Ketenagakerjaan, uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan ung penggantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 256 ayat (4).

1 komentar: